Logo



Inovasi Samiler ( Sapa Ibu Hamil Secara Terpadu )

Minggu, 25 Februari 2024
Author : Admin

SAPA IBU HAMIL SECARA TERPADU

(SAMILER)

TAHUN 2022

 

A.    PENDAHULUAN

 

Menurut WHO, pregnancy atau kehamilan adalah proses Sembilan bulan atau lebih dimana seorang perempuan membawa embrio dan janin yang sedang berkembang didalam rahimnya (WHO, 2019).

Kehamilan berisiko tinggi adalah kehamilan yang cenderung berpotensi mengganggu kesehatan dan membahayakan keselamatan ibu hamil, janin, ataupun keduanya.Sebetulnya, semua kehamilan memang memiliki risiko tersendiri. Namun, terdapat beberapa kondisi yang bisa menyebabkan kehamilan menjadi lebih berisiko, misalnya ibu yang mengidap penyakit bawaan atau memiliki riwayat kehamilan yang bermasalah sebelumnya.

Komplikasi dari kehamilan berisiko tinggi tersebut dapat terjadi mulai dari janin masih berada di dalam kandungan, selama proses persalinan, hingga masa nifas. Kendati demikian, memiliki kehamilan yang berisiko tinggi bukan berarti ibu dan janin sudah pasti akan mengalami gangguan kesehatan. Hanya saja, ibu perlu menjalani perawatan dan berada di bawah pengawasan ekstra guna mengantisipasi terjadinya komplikasi kehamilan.

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 21 tahun 2021 tentang penyelenggaraan pelayanan kesehatan masa sebelum hamil,masa hamil,persalinan,dan masa sesudah melahirkan,pelayanan kontrasepsi dan pelayanan kesehatan seksual pada pasal 13 ayat 1 dijelaskan bahwa Pelayanan Kesehatan Masa Hamil bertujuan untuk memenuhi hak setiap ibu hamil memperoleh pelayanan kesehatan yang berkualitas sehingga mampu menjalani kehamilan dengan sehat, bersalin dengan selamat, dan melahirkan bayi yang sehat dan berkualitas. Pelayanan Kesehatan Masa Hamil sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan sejak terjadinya masa konsepsi hingga sebelum mulainya proses persalinan. Pelayanan Kesehatan Masa Hamil dilakukan paling sedikit 6 (enam) kali selama masa kehamilan meliputi: a. 1 (satu) kali pada trimester pertama; b. 2 (dua) kali pada trimester kedua; dan c. 3 (tiga) kali pada trimester ketiga,oleh karena itu pelayanan dan pemantauan ibu hamil sangat diperlukan untuk meningkatkan serta mempertahankan kesehatan ibu dan bayi

 

B.      LATAR BELAKANG

 

Data angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) adalah

salah satu indikator untuk melihat derajat kesehatan di negara berkembang. Data menunjukkan bahwa AKI dan AKB di Indonesia masih tinggi meskipun sebelumnya mengalami penurunan, diharapkan Indonesia dapat mencapai target yang ditentukan Sustainable Development Goals (SDGs) 2030 yaitu AKI 70 per 100.000 kelahiran hidup dan AKB 12 per 1000 kelahiran hidup.

Salah satu agenda utama Sustainable Development Goals (SDGs)adalah menurunkan angka kematian ibu dan kematian bayi. Hingga saat ini, Angka Kematian Ibu ( AKI ) skala nasional masih di kisaran 305 per 100.000 Kelahiran Hidup. Adapun target penurunan AKI pada akhir RPJMN 2020-2024 adalah 183 per 100.000 KH

Pada tahun 2022 AKI di Kota Mojokerto sebesar 50,78/100.000 kelahiran hidup sedangakan AKB sebesar 3,05/1000 kelahiran hidup.Di Kelurahan Wates kasus kematian ibu pada masa kehamilan di  wilayah Kelurahan Wates pada tahun 2021 tercatat 3 ibu hamil (1,1%) tahun 2022, 1 ibu hamil(0,33%) dan kematian bayi tahun 2022 sebanyak 2 bayi ( 0,68%).

 

Puskesmas Wates berada di wilayah padat penduduk dengan 26 Posyandu yang terbagi di 26 wilayah RW, melalui pemantauan wilayah setempat ibu hamil  di tahun 2021 di UPT. Puskesmas Wates total ibu hamil  sebanyak 295 atau 94,55%,didapatkan ibu hamil resiko tinggi sebanyak 27,88%.Secara umun capaian kunjungan ibu hamil ini dinilai kurang maksimal karena dengan beberapa kendala pandemic membuat kinerja program kia di tahun 2021 kurang berjalan cukup maksimal

Optimalisasi pelaporan kader belum berjalan baik ketidak konsekuensi kebijakan terkait pandemic membuat koordinasi di lapangan kerab terputus. Sehingga kunjungan ibu  hamil kurang mendapat pantauan yang maksimal.

Upaya pemantauan ibu hamil sering kali menghadapi kendala terkait kondisi penduduk yang tidak lagi berdomisili di Wates. Kelurahan Wates memiliki sasaran 298 ibu hamil , namun data dilapangan yang berhasil melakukan kunjungan ibu hamil sesuai standart hanya berjumlah 269 atau 86,22%. Maka daripada itu untuk mengatasi hal tersebut dibutuhkan suatu upaya yang membutuhkan kerja sama dari lintas program dan sector terkait  di wilayah kerja Wates.

Dalam upaya mencapai sasaran percepatan penurunan AKI dan AKB sdi wilayah Wates Kota Mojokerto, UPT Puskesmas Wates menjadi pioneer untuk melakukan inovasi melalui program Samiler yakni sapa ibu hamil secara terpadu.kegiatan ini terdiri dari beberapa lintas program dan sektor terkait yang melibatkan kader motivator,bidan,dokter,gizi,konselor ASI,Prameswari,kesling, promkes,TPK,PKK

Meskipun setiap bidang memiliki tujuan dan latarbelakang yang beragam. Namun melalui kegiatan sapa ibu hamil secara terpadu , diharapkan penggagas dapat mengedepankan setiap upaya yang ditujukan dalam percepatan penurunan AKI dan AKB .


.

C.    TUJUAN

 

C.1   Tujuan Umum

 

Menurunkan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) di wilayah Wates.

C.2   Tujuan Khusus

 

1.       Meningkatkan capaian standart pelayanan minimal (spm) bidang kesehatan menjadi 100%

2.       Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman ibu hamil dalam pencegahan stunting sejak dini

3.       Meningkatkan pengatahuan ibu hamil tentang informasi terkait tanda bahaya kehamilan,persalinan,nifas,serta deteksi dini pada bayi

4.       Meningkatkan serta mempertahankan kesehatan ibu dan bayi

5.       Meningkatan jumlah kunjungan ibu hamil baik pemeriksaan secara rutin maupun pemeriksaan USG

A.    TATA NILAI PROGRAM PERCEPATAN PENURUNAN AKI DAN AKB

Mendukung tercapainya kerja sama dalam upaya percepatan penurunan AKI dan AKB wialyah kelurahan Wates, dengan tata nilai diantaranya adalah :

1.     Inovative

Perputaran kemajan komunikasi jaman menjadi cambuk dan tantangan terciptanya edukasi yang baik dengan masyarakat. Lintas komunikasi di era modernisasi menjadi gerbang inovatif untuk menyampaikan edukasi, motivasi terkait kesehatan ibu dan anak , selain itu pesan edukas kesehatan ibu hamil   perlu dikemas dengan kegiatan yang sederhana namun mudah dijangkau oleh sasaran. Inovasi dalam berkomunikasi memegang peranan penting dalam pencapaian program penurunan AKI dan AKB

2.     Pemberdayaan

Kendala pemantauan ibu hamil terkait faktor demografi penduduk wilayah Wates yang kerap tidak berdomisili di wilayah Wates. Maka dalam upayanya melakukan pemantauan terebut diperlukan upaya pemberdayaan melalui pemantauan masyarakat terdekat.

3.     Mandiri

Arah strategi untuk kesehatan ibu hamil diantaranya adalah kesadaran ibu untuk rutin memeriksakan kehamilannya sehingga ibu mendapatkan pengetahuan dan pemahaman dalam proses kehamilan,persalinan ,nifas ,serta deteksi dini bayi baru lahir

4.     Team Work

Sebagai penggagas kegiatan sapa ibu hamil secara terpadu diperlukan upaya team work serta disiplin pada masing masing bidang. Setiap masing masing bidang yang bergerak memiliki nilai dan arah yang positif dalam menurunkan AKI dan AKB di wialyah kerja Puskesmas Wates.


Pedoman Samiler : https://bit.ly/Pedoman_SAMILER